Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 3. Tampilkan semua postingan

BAB 1
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang

       Setiap tumbuhan yang diciptakan oleh Allah Swt. diberi struktur jaringan yang menyusunnya. Sehingga struktur jaringan tumbuhan memiliki fungsinya masing-masing. Pada daun fungsinya melakukan fotosintesis, pada batang fungsinya menegakkan tumbuhan, dan pada akar fungsinya menyerap air dan zat hara dari dalam tanah. Saat ini teknologi yang kita terapakan merupakan pengaplikasian dari struktur jarring tumbuhan.  Dalam kehidupan sehari-hari, ada berbagai teknologi ciptaan manusia didasarkan pada prinsip kerja makhluk hidup. Misalnya, pada helikopter yang meniru prinsip kerja capung, pembangkit listrik tenaga surya yang meniru prinsip kerja daun, dan pesawat terbang yang meniru prinsip kerja burung. Setiap tumbuhan memiliki struktur yang disesuikan dengan fungsinya. Struktur jaringan tumbuhan dalam teknologi adalah meniru susunan dalam jaringan tumbuhan yang kemudian diaplikasikan dalam teknologi. Misalnya, pada akar pengaplikasian teknologinya adalah fondasi bangunan, pada batang pengaplikasian teknologinya adalah pembangunan rumah, dan pada daun pengaplikasian teknologinya adalah pembangkit listrik tenaga surya. Itu hanya sebagian kecil dari teknologi yang meniru struktur penyusun jaringan tumbuhan. Untuk itu marilah kita simak uraian pada bab selanjutnya.

B.      Tujuan Pembelajaran

          Tujuan pembelajarannya adalah kita dapat mengetahui bahwa teknologi yang sering kita lihat sehari-hari  adalah pengaplikasian yang meniru struktur jaringan tumbuhan. Selain itu, kita juga dapat mengetahui cara pengaplikasian prinsip kerja struktur jaringan tumbuhan dalam teknologi. Dalam karya tulis ini saya akan mengemukakan penerapan struktur jaringan batang dalam pembangunan rumah.


 BAB 2
PEMBAHASAN MATERI

A.    Struktur Jaringan dan Fungsi Batang

        Batang merupakan bagian sistem tunas pada tumbuhan. Letaknya berada di atas tanah. Organ ini dikategorikan sebagai penghasil alat-alat lateral, misalnya daun, tunas, dan bunga. Pada bagian batang terdapat buku (node) atau tempat daun melekat dan ruas (internode), yaitu bagian batang yang letaknya di antara buku-buku.
Selain buku dan ruas, pada batang terdapat suatu tunas. Tunas yang terdapat pada sudut di antara daun dan batang dinamakan tunas aksiler. Tunas ini berpeluang menjadi cabang. Adapun bagian ujung batang terdapat tunas terminal. Perhatikan Gambar 1.

Gambar 1 Bagian-bagian batang
A. Fungsi Batang pada Tumbuhan
Secara umum, batang mempunyai beberapa fungsi berikut.
1) Sebagai tempat pengangkutan air dan unsur hara dari akar. ( Fungsi Batang pada Tumbuhan 1 ).
2) Memperluas tajuk tumbuhan untuk efisiensi penangkapan cahaya matahari. ( Fungsi Batang pada Tumbuhan 2 ).
3) Tempat tumbuhnya organ-organ generatif. ( Fungsi Batang pada Tumbuhan 3 ).
4) Efisiensi penyerbukan dan membantu pemencaran benih. ( Fungsi Batang pada Tumbuhan 4 ).
5) Pada tumbuhan tertentu, sebagai tempat penyimpanan makanan cadangan, misalnya berupa umbi atau rimpang. ( Fungsi Batang pada Tumbuhan 5 )

B. Struktur Jaringan Batang Pada Tumbuhan

Secara umum struktur jaringan penyusun batang tumbuhan terdiri atas tiga bagian, yaitu epidermis, korteks, dan stele. Adapun struktur jaringan penyusun batang (dari luar ke dalam) beserta ciri-cirinya dijelaskan dalam  uraian berikut.
1) Epidermis batang Tumbuhan
  • Tersusun oleh selapis sel, tersusun rapat, tanpa ruang antarsel, dinding luar terdapat   kutikula yang berfungsi untuk melindungi batang dari kehilangan air yang terlalu besar. Pada tumbuhan kayu yang telah tua terdapat kambium gabus yang menggantikan fungsi jaringan primer.
  •  Aktivitas kambium gabus adalah melakukan pertukaran gas melalui celah yang disebut lentisel. Derivat epidermis antara lain sel silika dan sel gabus, misalnya pada batang tanaman tebu.

2) Korteks batang Tumbuhan
  • Tersusun oleh beberapa lapis sel parenkim yang tidak teratur dan berdinding tipis, banyak ruang antarsel.
  • Terdapat kolenkim dan sklerenkim yang berfungsi sebagai penyokong dan penguat tubuh.
  •  Sel-sel korteks sebelah dalam yang mengandung amilum disebut floeterma (sarung tepung).

3) Stele (silinder pusat) batang Tumbuhan
  •   Lapisan terluar disebut perisikel.
  •   Di dalamnya terdapat sel parenkim dan berkas pengangkut.


Gambar 2 : Jaringan pembuluh pada tanaman (a) monokotil dan (b) dikotil.

C. Struktur Jaringan luar Batang Tumbuhan

     Perbedaan struktur luar pada tumbuhan tingkat tinggi dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu batang tumbuhan herba dan batang tumbuhan berkayu. Tumbuhan herba dan tumbuhan berkayu memiliki daun-daun di sepanjang batangnya.
1) Batang tumbuhan herba
     Batang tumbuhan herba biasanya, berwarna hijau, jaringan kayu sedikit atau tidak ada, ukuran batang kecil, dan umumnya relatif pendek. Bagian luar batang terdiri dari epidermis yang tipis dan tidak mengandung gabus. Pada epidermis terdapat stomata sehingga jaringan di dalamnya dapat mengambil oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Contoh: pacar air, jagung, bayam, kacang, dan bunga matahari.
2) Batang tumbuhan kayu
     Batang tumbuhan berkayu umumnya keras dan umurnya relatif panjang. Permukaan batang keras dan di bagian tertentu terdapat lentisel. Lentisel berhubungan dengan bagian dalam batang dan berfungsi sebagai tempat pertukaran gas di batang. Pada tumbuhan berkayu yang masih muda terdapat klorofil, sehingga dapat melakukan fotosintesis. Akan tetapi, jika sudah terbentuk lapisan gabus kemampuan fotosintesis menjadi hilang. Lapisan gabus terbentuk oleh kambium gabus. Adanya aktivitas kambium menyebabkan rusaknya jaringan yang terdapat pada korteks dan epidermis. Dengan rusaknya jaringan tersebut akan menyebabkan kemampuan fotosintesis menjadi hilang.

 D.    Penerapan Struktur Jaringan Batang dalam Teknologi
Batang merupakan salah satu organ dalam tumbuhan. Banyak pengaplikasian teknologi yang meniru struktur jaringan batang. Salah satunya adalah pengaplikasian dalam pembangunan rumah yang meniru kambium dan trakeid dalam pemberian besi dalam pembangunan rumah agar tembok rumah lebih kokoh dan kuat. 
Gambar 3 : Penerapan struktur jaringa batang dalam teknologi
Kambium dan trakeid dalam batang salah satu fungsinya untuk memperkokoh dan menyokong batang agar tegak. Dalam pengaplikasian teknologi, kambium sebagai besi yang menyatukan batu bata dan trakeid sebagai batu bata. Sedangkan semen menyatukan batu bata yang satu dengan yang lainnya. Dalam batang semen sebagai epidermis yang melindungi kambium dan trakeid. Konsep pada batang inilah yang kemudian diaplikasikan dalam pembangunan rumah agar tembok pada rumah kuat yang meniru struktur penyusun batang yang menyokong batang.




 Gambar 4 : Struktur penyusun pada batang


BAB 3
PENUTUP

A.    Kesimpulan

                  Kesimpulan saya pada karya tulis ini adalah :
  • Batang memiliki struktur jaringan yang terdiri dari Epidermis, Korteks, dan Silinder Pusat.
  • Struktur penyusun jaringan pada batang dapat diaplikasikan pada pembangunan rumah.
  • Dalam pengaplikasian struktur jaringan batang, kambium sebagai besi yang menyatukan batu bata dan trakeid sebagai batu bata. Sedangkan semen menyatukan batu bata yang satu dengan yang lainnya. Dalam batang, semen sebagai epidermis yang melindungi kambium dan trakeid.

B.    Saran

        Saran saya, yaitu: 
  • Kita harus bisa mengaplikasikan struktur penyusun jaringan tumbuhan ke dalam teknologi.
  • Kita harus mempelajari terlebih dahulu struktur penyusun jaringan tumbuhan sebelum mengaplikasikannya ke dalam teknologi.
  • Kita harus bias membuat teknologi yang terilhami dari struktur penyusun jaringan tumbuhan.



Sumberhttps://grittonic.blogspot.co.id/2014/12/bab-1-pendahuluan.html


Teknologi Yang Terinspirasi Oleh Struktur Jaringan Tumbuhan

Struktur Dan Fungsi Jaringan Tumbuhan
Terdapat 2 jaringan pada tumbuhan, yaitu jaringan meristem (embrional) dan jaringan permanen (dewasa).

A. Jaringan Meristem

Jaringan muda, jaringan yang selalu aktif membelah (contoh: meristem primer/apical/pucuk, sekunder/lateral, dan interkalar).

B. Jaringan Dewasa


1. Jaringan pelindung

a. jaringan epidermis: melindungi jaringan yang ada didalamnya. Contoh derivate epidermis stomata dan trikoma
b. jaringan gabus: jika epidermis rusak maka digantikan jaringan gabus, yang dibedakan atas eksodermis, endodermis, dan peridermis


2. Jaringan parenkim (dasar)

Jaringan dasar yang kaya akan ruang antar sel (contoh: palisade, tempat fotosintesis berlangsung, jaringan parenkim spons selain sebagai tempat fotosintesis juga sebagai tempat penyimpanan hasil fotosintesis)


3. Jaringan mekanik (penguat)

a. jaringan kolenkim: sel-selnya hidup, mengalami penebalan zat selulosa pada dinding selnya.
b. jaringan sklerenkim: sel-selnya mati, mengalami penebalan oleh lignin


4. Jaringan pengangkut

a. floem: tersusun oleh parenkim floem, serabut floem, pembuluh tapis, sel pengiring. Berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun keseluruh bagian tumbuhan
b. xylem: tersusun oleh parenkim xylem, serabut xylem, trake, trakeid, dan unsure pembuluh. Berfungsi mengangkut air dan mineral dari dalam tanah melalui akar sampai daun.
Cara menghafal


Epi Par Penyok Ngangkut Meri
Epi: Jaringan epidermis


Par: Jaringan parenkim

Penyok: Jaringan penyokong/penguat

Ngangkut: Jaringan pengangkut

Meri: Jaringan meristem
Organ Pada Tumbuhan
Terdiri atas: akar, batang, daun sebagai organ utama, selanjutnya bunga, buah dan biji akan terbentuk sebagai organ tambahan
Aku Bareng dengan Bung Babi
Aku: akar
Bareng: Batang
dengan
Bung: Bunga
Ba: Buah
Bi: Biji
A. Akar
Secara umum berfungsi untuk: melekatnya tumbuhan pada media, menyerap air dan unsur hara, alat pernafasan, tempat menyimpan cadangan makanan, dan menopang tegaknya batang
Akar berkembang dari meristem apical di ujung akar yang dilindungi kaliptra (tudung akar). Pembelahan meristem apical membentuk zona pemanjangan sel, zona diferensiasi sel, dan zona pendewasaan sel.
Urutan struktur jaringan akar pada tumbuhan (secara anatomi dari luar ke dalam)
Epi Orang dermawan pernah Potong kambing Si emang
Epi: Epidermis
Orang: kOrteks
Dermawan: endodermis
Pernah: perikambium
Potong: phloem (floem)
Kambing: kambium
Si: Xylem
Emang: Empulur
1. Epidermis: terdiri atas satu lapis sel, tersusun rapat, dinding sel tipis, dan mempunyai rambut akar untuk memperluas bidang penyerapan



2. Korteks: tersusun berlapis-lapis, dinding sel tipis, dan memiliki banyak ruang antar sel, terdapat: parenkim, kolenkim, dan sklerenkim.



3. Endodermis: berupa satu lapis sel, tersusun rapat, dinding sel mengalami penebalan gabus (yang dinamakan pita kaspari). Terdapat jaringan perisikel yang tersusun dari sel parenkim yang menebal, yang berfungsi untuk membentuk akar samping dan berperan dalam pertumbuhan sekunder.
4. Stele/silinder pusat: terdapat berkas pengangkut.

B. Batang


Berfungsi dalam pengangkutan air dan unsure hara dari akar, memperluas tajuk tumbuhan dlm efisiensi menangkap cahaya matahari, tempat tumbuh organ generative, efisiensi penyerbukan dan pemancaran benih,tempat pemyimpanan cadangan makanan.
Jaringan penyusunnya terdiri atas:

1. Epidermis: tersusun oleh selapis sel, rapat, dinding luar terdapat kutikula, dan pada tumbuhan kayu yang tua terdapat kamium gabus.

2. KOrteks: mengandung amilum dan tersusun oleh sel-sel parenkim, kolenkim dan sklerenkim.

3. Stele: terdapat perisikel, sel parenkim, dan berkas pengangkut.
Kambium hanya di miliki oleh tumbuhan dikotil, dibedakan menjadi 2:

1. Kambium intravaskuler: cambium terletak di antara xylem dan floem.

2. Kambium intervaskuler: cambium terletak di antara dua berkas pengangkut.



C. Daun

Berfungsi sebagai tempat fotosintesis, tempat terjadinya transpirasi dan gutasi, penyimpanan cadangan makanan (pada vakuola amilum), transpirasi dan pertukaran gas(pada stomata).
Daun lengkap terdiri atas: tangkai daun, pelepah daun, dan helaian daun.
Jaringan penyusun daun:

1. Epidermis: berupasatu lapis sel, dinding sel mengalami penebalan dari zat kutin (kutikula) atau lignin, terdapat stomata, dan terkadang ada trikoma dan sel kipas.

2. Mesofil: terdapat parenkim palisade (jaringan tiang), dan parenkim spons (jaringan bunga karang).

3. Berkas pengangkut: terdapat dalam tulang daun (xylem dan floem).

D. Bunga

Berfungsi dalam menghasilkan alat perkembangbiakan.
Bunga akan berkembang lebih lanjut membentuk buah dan biji.
Daun mahkota dan daun kelopak terdiri atas sel-sel parenkim. Epidermis pada daun kelopak dilapisi kutin, stomata, dan trikoma. Daun mahkota mempunyai epidermis berupa tonjolan yang disebut papila.

Benang sari terdiri atas kepala sari dan tangkai sari. Kepala sari mempunyai beberapa lapisan dinding, yaitu epidermis, endotesium, lapisan tengah dan tapetum. Putik terdiri atas kepala sari dan tangkai putik.
Bagian-bagian bunga:

1. Kelopak: melindungi bagian bunga yang ada di dalam

2. Mahkota: membungkus dan melindungi benang sari dan putik

3. Benang sari: alat perkembangbiakan jantan

4. Putik: alat perkembangan betina
Ke Kota BeliSa pu
KElopak mahKOTA BEnang Sari PUtik
Berdasarkan keberadaan bagian steril (pedunculus, pedicellus, receptacle, brachtea, brachteola, sepal, dan petal) dan bagian fertil (benangsari dan putik) bunga dapat digolongkan menjadi bunga lengkap (contoh: bunga sepatu dan bunga melati) danbunga tak lengkap (contoh: bunga kelapa dan bunga salak).

Berdasarkan kelengkapan alat kelamin bunga dapat digolongkan dalam bunga sempurna (memiliki benang sari dan putik) contoh: bunga papaya dan bunga terung, bunga tidak sempurna (memiliki benang sari atau putik saja) contoh: bunga jagung dan bunga pinus
E. Buah dan Biji
Buah merupakan perkembangan dari bakal buah. Buah yang seluruhnya terbentuk dari bakal buah disebut buah sejati (mangga), sedangkan yang terbentuk dari bakal buah dan bagian lain dari bunga di sebut buah semu (jambu monyet).
Buah tersusun atas tiga bagian eksokarp (kulit buah), mesokarp (daging buah) dan endokarp (lapisan dalam buah).

Bakal BIJI yang terdapat dalam bakal buah akan berkembang menjadi biji, yang merupakan alat perkembangbiakan utama. Biji terdiri atas kulit biji, tali pusar/tangkai biji, inti biji/isi biji.

Sumber:http://www.pusatbiologi.com/2013/03/struktur-dan-fungsi-jaringan-tumbuhan.html

Struktur Dan Fungsi Jaringan Tumbuhan

- Copyright © PENGETAHUAN - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -